Langsung ke konten utama

Day 95 : Membuat volume dalam kubernetes

Halo semuanya!

Hari ini, tepat di hari ke-94, saya ingin berbagi tentang salah satu konsep penting dalam Kubernetes, yaitu volume. Jika sebelumnya Anda mungkin mendengar tentang PersistentVolume atau PersistentVolumeClaim, kali ini kita akan membahas sesuatu yang lebih sederhana dan sering digunakan, yaitu volume bertipe emptyDir.

Apa sih sebenarnya emptyDir itu? Seperti namanya, ini adalah volume "kosong" yang secara otomatis dibuat setiap kali sebuah Pod dijalankan. Volume ini hanya akan ada selama Pod aktif. Begitu Pod dihentikan atau dihapus, semua data yang disimpan di volume emptyDir akan hilang. Sederhana, kan? Tetapi meskipun sederhana, emptyDir ini punya banyak kegunaan menarik!

Misalnya, emptyDir sangat cocok digunakan jika Anda membutuhkan penyimpanan sementara untuk aplikasi Anda. Anda bisa menggunakannya untuk menyimpan file sementara, log, atau bahkan untuk berbagi data antara beberapa kontainer dalam satu Pod. Yang membuat emptyDir istimewa adalah fleksibilitasnya. Volume ini memanfaatkan penyimpanan lokal dari node tempat Pod berjalan, sehingga performanya sangat cepat.

Sekarang, mari kita lihat bagaimana cara mengonfigurasi emptyDir dalam Kubernetes. Berikut ini adalah contoh konfigurasi Pod yang menggunakan emptyDir:

apiVersion: v1
kind: Pod
metadata:
  name: volume-shefa
  label-key1: label-value1
  label-key2: label-value2
  label-key3: label-value3
spec:
  volumes:
    - name: volume-shefa
      emptyDir: {}
  containers:
    - name: volume-shefa
      image: image-name
      ports:
        - containerPort: 80
      volumeMounts:
        - mountPath: /app/volume
          name: volume-name

Pada contoh ini:

  • Kita membuat sebuah Pod dengan satu kontainer yang menjalankan perintah sederhana untuk menulis tanggal dan waktu saat ini ke file log setiap lima detik.
  • File log tersebut disimpan di dalam direktori /data, yang dipasang ke volume my-emptydir.
  • Volume ini didefinisikan sebagai emptyDir, sehingga data yang ditulis akan disimpan sementara selama Pod berjalan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Day 109 : Akhir dari Perjalanan PKL: Terima Kasih untuk PT Excellent

Hari ini adalah hari terakhir saya menjalani PKL di PT Excellent. Momen ini menjadi penutup dari perjalanan yang luar biasa penuh pembelajaran, pengalaman, dan kenangan yang tak terlupakan. Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar PT Excellent atas kesempatan, bimbingan, dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya selama saya melaksanakan PKL di sini. Selama PKL, saya mendapatkan banyak pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah saya pelajari. Dari segi teknis, saya belajar banyak tentang teknologi seperti Zimbra, bahasa pemrograman Golang, hingga DevOps hal-hal yang awalnya terasa asing, kini menjadi ilmu yang berharga dan menjadi ilmu baru bagi saya. Namun, pembelajaran saya di PT Excellent tidak hanya terbatas pada aspek teknis. Saya juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, profesionalisme, serta bagaimana pentingnya kolaborasi dalam lingkungan kerja. Terima kasih kepada Mas Ridwan, yang selalu membimbing saya dengan sab...

Day 82 : Membuat image dengan bahasa pemrograman golang

Hari ini, saya melanjutkan perjalanan belajar Docker dengan memanfaatkan Visual Studio Code (VSCode), editor favorit saya. Fokus utama saya adalah memahami cara membuat Docker image menggunakan alur kerja yang terintegrasi dengan VSCode. Proses ini tidak hanya efisien tetapi juga menyenangkan karena VSCode memiliki ekosistem yang kaya, termasuk berbagai ekstensi pendukung yang mempermudah pekerjaan. Mengapa Menggunakan VSCode untuk Docker? VSCode menyediakan lingkungan pengembangan yang lengkap dengan berbagai fitur, seperti: Docker Extension : Mempermudah pengelolaan image, container, dan jaringan Docker langsung dari editor. Terminal Terintegrasi : Menjalankan perintah Docker langsung dari VSCode tanpa perlu beralih aplikasi. Debugging Tools : Membantu melacak masalah aplikasi yang berjalan di dalam container, terutama bagi pengembang Golang. Dengan semua keunggulan ini, VSCode menjadi alat yang sangat mendukung dalam pengembangan berbasis Docker. Langkah-langkah Membuat Docker Image...

Day 64 : Membuat program sederhana go part 7 : Menghitung sistem persamaan dua variabel

Apa itu Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)? Sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) adalah kumpulan dua persamaan linear yang melibatkan dua variabel, biasanya dinotasikan dengan x dan y . Tujuan SPLDV adalah mencari nilai x dan y yang memenuhi kedua persamaan tersebut secara bersamaan . Secara umum, bentuk SPLDV adalah: a 1 x + b 1 y = c 1 a_1x + b_1y = c_1 a 1 ​ x + b 1 ​ y = c 1 ​ a 2 x + b 2 y = c 2 a_2x + b_2y = c_2 a 2 ​ x + b 2 ​ y = c 2 ​ Keterangan: a 1 , b 1 , c 1 a_1, b_1, c_1 a 1 ​ , b 1 ​ , c 1 ​ adalah koefisien dan konstanta dari persamaan pertama. a 2 , b 2 , c 2 a_2, b_2, c_2 a 2 ​ , b 2 ​ , c 2 ​ adalah koefisien dan konstanta dari persamaan kedua. x dan y adalah variabel yang dicari solusinya. Contoh SPLDV 2 x + 3 y = 5 2x + 3y = 5 2 x + 3 y = 5 4 x − y = 2 4x - y = 2 4 x − y = 2 Tujuan kita adalah mencari nilai x dan y yang membuat kedua persamaan benar secara bersamaan. Kemungkinan Solusi SPLDV Solusi unik : SPLDV memiliki satu pasangan sol...