Langsung ke konten utama

Day 75 : Pembelajaran Jenkins

Hari ini saya tiba di kantor pada pukul 07.24 pagi, tepat waktu dan siap untuk memulai hari kerja. Pukul 07.50, saya melakukan briefing pagi bersama Mas Ridwan. Briefing ini bertujuan untuk mengevaluasi pembelajaran dan pekerjaan yang sudah dilakukan sebelumnya. Dalam sesi ini, kami berdiskusi tentang progres dan kesulitan yang dihadapi. Briefing ini memberikan saya motivasi dan arahan yang jelas untuk menjalani aktivitas hari ini.

Setelah briefing, saya menuju lantai atas dan mulai mempersiapkan diri untuk pembelajaran dan tugas yang sudah direncanakan. Saya memulai dengan pelajaran Bahasa Inggris, melanjutkan ke bagian 3 dalam Unit 5. Memperdalam pemahaman Bahasa Inggris tidak hanya bermanfaat dalam komunikasi sehari-hari, tetapi juga dalam memahami dokumentasi dan literatur internasional yang sering kali digunakan dalam pekerjaan teknologi.

Usai sesi Bahasa Inggris, saya melanjutkan pembelajaran tentang Jenkins di platform KodeKloud. Pada hari ini, materi yang saya pelajari mencakup “Jenkins Setup and Interfaces” serta “Jenkins Plugins”.

Pada bagian “Jenkins Setup and Interfaces”, saya mempelajari dasar-dasar Jenkins sebagai alat otomatisasi open-source yang banyak digunakan dalam proses Continuous Integration (CI) dan Continuous Delivery (CD). Alat ini membantu pengembang mengotomatiskan proses pembangunan, pengujian, dan penerapan aplikasi mereka dengan lebih efisien dan konsisten. Dalam materi ini, dijelaskan langkah-langkah untuk menginstal Jenkins di berbagai lingkungan, seperti di server lokal, mesin virtual, atau dalam container seperti Docker. Setelah instalasi, saya juga belajar cara mengonfigurasi Jenkins dan memahami antarmukanya.

Antarmuka Jenkins terdiri dari beberapa bagian utama, seperti Dashboard, Build Queue, dan Build Executor. Dashboard adalah tempat utama untuk mengelola semua proyek dan tugas yang sudah dibuat. Build Queue menampilkan proyek yang sedang dalam antrian untuk diproses, sementara Build Executor memperlihatkan status eksekusi setiap build. Saya juga mempelajari cara mengatur konfigurasi setiap tugas atau "job" untuk menentukan tahapan seperti kompilasi, pengujian, dan deployment.

Selain itu, materi “Jenkins Plugins” juga memberikan wawasan baru. Plugin adalah fitur yang sangat diandalkan dalam Jenkins karena memungkinkan pengguna menambahkan fungsionalitas baru tanpa mengubah inti Jenkins. Dengan ribuan plugin yang tersedia, Jenkins menjadi alat yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan CI/CD. Beberapa jenis plugin yang dipelajari mencakup SCM (Source Control Management) untuk menghubungkan Jenkins ke repository code seperti Git dan SVN, Build Tools seperti Maven dan Gradle, plugin notifikasi seperti Slack dan email, plugin pengujian dan analisis kode seperti JUnit dan SonarQube, serta plugin untuk deployment seperti Docker dan Kubernetes. Saya juga mempelajari cara menginstal plugin melalui Jenkins Plugin Manager serta pentingnya memperbarui dan mengelola plugin agar Jenkins berjalan optimal dan kompatibel dengan versi terbaru.

Tidak berhenti di situ, saya melanjutkan tugas yang diberikan Mas Ridwan, yaitu melakukan pengecekan SSL.

Setelah sesi istirahat, saya kembali fokus pada pembelajaran Jenkins, kali ini menggunakan sumber dari YouTube, yaitu dari channel Programmer Zaman Now. Channel ini sangat mendukung proses belajar DevOps saya karena materi yang disajikan cukup lengkap dan dikemas dengan cara yang mudah dipahami. Tidak hanya tentang Jenkins, channel ini juga menyediakan banyak materi DevOps lainnya yang sangat relevan.

Selain Jenkins, saya juga memperdalam pemahaman tentang Git menggunakan channel yang sama. Penguasaan Git adalah salah satu keterampilan penting dalam pengembangan software modern, terutama untuk pengelolaan versi dan kolaborasi tim.

Sebagai tambahan, saya membaca beberapa artikel blog yang bermanfaat dari situs seperti vavai.com, imanudin.com, dan Disway. Blog-blog ini memberikan banyak wawasan baru dan pengalaman nyata dari para praktisi di bidang teknologi, yang sangat relevan dengan pekerjaan dan pembelajaran saya saat ini.

Secara keseluruhan, hari ini penuh dengan aktivitas yang mendukung pembelajaran dan pengembangan keterampilan DevOps saya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Day 109 : Akhir dari Perjalanan PKL: Terima Kasih untuk PT Excellent

Hari ini adalah hari terakhir saya menjalani PKL di PT Excellent. Momen ini menjadi penutup dari perjalanan yang luar biasa penuh pembelajaran, pengalaman, dan kenangan yang tak terlupakan. Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar PT Excellent atas kesempatan, bimbingan, dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya selama saya melaksanakan PKL di sini. Selama PKL, saya mendapatkan banyak pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah saya pelajari. Dari segi teknis, saya belajar banyak tentang teknologi seperti Zimbra, bahasa pemrograman Golang, hingga DevOps hal-hal yang awalnya terasa asing, kini menjadi ilmu yang berharga dan menjadi ilmu baru bagi saya. Namun, pembelajaran saya di PT Excellent tidak hanya terbatas pada aspek teknis. Saya juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, profesionalisme, serta bagaimana pentingnya kolaborasi dalam lingkungan kerja. Terima kasih kepada Mas Ridwan, yang selalu membimbing saya dengan sab...

Day 82 : Membuat image dengan bahasa pemrograman golang

Hari ini, saya melanjutkan perjalanan belajar Docker dengan memanfaatkan Visual Studio Code (VSCode), editor favorit saya. Fokus utama saya adalah memahami cara membuat Docker image menggunakan alur kerja yang terintegrasi dengan VSCode. Proses ini tidak hanya efisien tetapi juga menyenangkan karena VSCode memiliki ekosistem yang kaya, termasuk berbagai ekstensi pendukung yang mempermudah pekerjaan. Mengapa Menggunakan VSCode untuk Docker? VSCode menyediakan lingkungan pengembangan yang lengkap dengan berbagai fitur, seperti: Docker Extension : Mempermudah pengelolaan image, container, dan jaringan Docker langsung dari editor. Terminal Terintegrasi : Menjalankan perintah Docker langsung dari VSCode tanpa perlu beralih aplikasi. Debugging Tools : Membantu melacak masalah aplikasi yang berjalan di dalam container, terutama bagi pengembang Golang. Dengan semua keunggulan ini, VSCode menjadi alat yang sangat mendukung dalam pengembangan berbasis Docker. Langkah-langkah Membuat Docker Image...

Day 35 : jalan-jalan bersama excellent

 Hari ini terasa sangat istimewa, dan jauh berbeda dari hari-hari biasanya selama PKL di PT Excellent. Ini adalah pengalaman pertama saya diajak jalan-jalan oleh perusahaan tempat saya magang, dalam rangka merayakan ulang tahun PT Excellent sekaligus melakukan sesi brainstorming tim.  Pagi itu, saya memulai hari dengan penuh semangat. Saya berangkat ke kantor menggunakan Gojek, menikmati perjalanan sambil membayangkan serunya hari yang akan dilalui. Setibanya di kantor, saya langsung bergabung dengan tim dan mulai memeriksa perlengkapan yang sudah disiapkan sebelumnya. Tugas saya adalah memastikan semua barang yang diperlukan tidak ada yang tertinggal, mulai dari alat-alat untuk acara hingga barang-barang pribadi tim. Saya sangat teliti kali ini, karena tidak ingin ada kesalahan di hari spesial ini. Setelah semuanya siap, sebelum berangkat, kami sempatkan untuk mengambil foto bersama seluruh tim. Rasanya hangat sekali, seperti menjadi bagian dari keluarga besar PT Excellent. P...